
Hadapi El Nino, Plt Dirut Andi Sahrum Perkuat Sistem Distribusi dan SOP Kekeringan
Makassar — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Sahrum Makkuradde, memimpin rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar untuk merumuskan langkah konkret menghadapi potensi krisis air akibat fenomena El Nino, Senin (21/04/2026).
Dalam rapat tersebut membahas penguatan sistem pelayanan air bersih, penyempurnaan pola distribusi, hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kekeringan yang lebih terstruktur dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, Rapat tersebut juga membahas sejumlah langkah teknis, di antaranya penambahan titik sumber air darurat, optimalisasi pengambilan air, serta penyusunan SOP distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Skema distribusi akan difokuskan pada efisiensi, dengan pengaturan alur pengisian dan penyaluran air menggunakan sistem terpusat.
Plt Dirut PDAM Makassar menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman kemarau panjang. Ia menilai, pengalaman kekeringan pada 2023 harus dijadikan pijakan untuk membangun sistem yang lebih tangguh dan responsif.
“Kita sedang menyusun strategi agar masyarakat tidak lagi menghadapi kepanikan seperti sebelumnya. Semua harus terukur, dari sumber air, distribusi, sampai pelayanan di lapangan,” ujar Andi Sahrum.
Lebih lanjut, Andi Sahrum menambahkan, PDAM Makassar tidak hanya berorientasi pada layanan pelanggan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam kondisi darurat.
“Ketika terjadi kekeringan, kita tidak bicara lagi soal pelanggan atau bukan. Ini soal kemanusiaan. Air harus tetap sampai ke masyarakat, dengan sistem yang tertib dan adil,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa PDAM akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kota dan seluruh instansi terkait untuk memastikan setiap langkah yang diambil memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar, memaparkan sejumlah evaluasi dari penanganan kekeringan sebelumnya. Ia menyoroti pentingnya pengaturan distribusi air yang lebih tertib melalui sistem satu pintu untuk mencegah penumpukan armada dan kekacauan distribusi.
Menurut Fadli, pada krisis sebelumnya, distribusi air sempat tidak terkendali hingga ratusan mobil tangki memadati sejumlah ruas jalan, menyebabkan kemacetan dan ketidakteraturan pelayanan.
“Kita tidak ingin kejadian seperti 2023 terulang. Distribusi harus satu pintu, terkoordinasi, dan berbasis data. Jangan ada lagi armada bergerak sendiri tanpa kendali karena itu justru memperburuk situasi di lapangan,” tegasnya.







